Deal with being unfairly judged

Aku ingin bercerita dalam sebuah kalimat-kalimat, paragraf-paragraf kejujuran. Bersumber dari kekosongan hati ini, yang kurasa. Tanpa ada seorangpun yang tau, bahwa ini begitu tak enak. Aku masih saja ingat, waktu itu. Disaat aku bertemu dengan dia untuk pertama kali, aku menunggu. Pertemuan kita telah direncanakan, ternyata yang kutunggu tak juga datang. Dia berhalangan, begitulah penjelasannya …

Hi Malam

Hi malam, Derita aku untuk menunggumu, Terlalu lama karena kutunggu. Berulang kali terjadi, Sampai aku lupa menghitung, Fakta atau hanya mimpi. Hi malam, Kadang bisa kusampaikan, Kadang juga tidak, Merindukanmu berlarut-larut, Sungguh tak enak. Hi malam, Ku coba meracau, Mengikuti egoku, Tapi apa yang kudapat? Hanya argumen-argumen, Bunyinya sengau, Buat hati tak tenang. Hi malam, …

Create your website with WordPress.com
Get started